makalah komunikasi Skill

Kata pengantar   
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang maha pengasih  lagi maha penyayang, karena atas rahmat-nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah Etiket dan Pengembangan Diri yang berjudul “Skill komunikasi ” yang terdiri dari berbagai sumber dan pengalaman yang berisikan mengenai studi kasus.
            Dengan adanya tugas makalah Etiket dan Pengembangan Diri ini kami berharap dapat bermanfaat bagi mahasiswa terutama untuk kami, dalam pembuatan makalah ini tidak sedikit hambatan yang kami hadapi dan kami akui makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami berharap para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca  dan kami pada khususnya.




                                                                                    Jakarta,  09 Desember 2014



                                                                                   






BAB I
Pendahahuluan
Komunikasi adalah salah satu hal yang terpenting dalam kehidupan manusia.Tanpa adanya komunikasi, kehidupan seseorang tak akan berjalan sesuai harapan dan sulitnya berinteraksi dengan yang lainnya. Seseorang yang mampu melakukan komunikasi dengan baik,secara verbal atau pun non verbal akan mendapatkan pengakuan dari orang lain serta dapat menyampaikan gagasan serta ide – ide yang mudah diterima oleh orang lain.Oleh karena itu,dalam menjalin hubungan dengan lingkungan sosialnya,seseorang akan berusaha agar diterima terbuka oleh lingkungannya.
Komunikasi dikatakan baik ketika komunikasi itu bersifat dua arah,efektif,efisien serta mudah di pahami oleh orang lain. Ketika seseorang pengusaha berkomunikasi dengan seseorang petani,maka pengusaha tersebut harus berbicara dengan bahasa yang sering dipakai dan dimengerti oleh petani pada umumnya sehingga petani tersebut mengerti apa yang disampaikan oleh seseorang pengusaha tersebut,bukan menggunakan bahasa yang sering ia sampaikan kepada rekan bisnisnya. Hal ini sangatlah penting sehingga terjadi komunikasi yang bersifat efektif.
Komunikasi dikatakan efektif apabila terdapat sikap  empati,dapat di dengarkan dan dimengerti dengan baik dan menghargai pendapat orang lain serta sesuai dengan bahasa,gaya bicara dan norma etika yang berlaku. Komunikasi tidak terbatas pada kata-kata yang terucap,melainkan bentuk dari apa saja interaksi,senyuman serta attitude yang ditampilkan. Komunikasi yang baik juga mampu menghasilakn perubahan sikap pada orang yang terlibat komunikasi.






BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Skill Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.
Menurut Laswell (1979) agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik harus memiliki komponen-komponen komunikasi yaitu:
1. Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
2. Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
3. Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
4. Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
5. Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.




Proses berlangsungnya komunikasi dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua belah pihak.
2. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.
3. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti kedua pihak.
4. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.
The International Commission for the Study of Communication Problems (1980) menekankan pengertian komunikasi sebagai proses dalam mempertukarkan berita, data, pendapat, dan pesan antara perorangan dan masyarakat. Komunikasi mempunyai peranan sentral dalam segala kegiatan sosial, ekonomi, dan politik dalam masyarakat, nasional maupun internasional.

A. Model- model Komunikasi
1. Model dasar : Stimulus Respon.
Model-Model komunikasi paling dasar. Model ini dipengaruhi oleh disiplin psikologi, khususnya yang beraliran behavioristik. Komunikasi dianggap sebagai suatu proses aksi-reaksi yang sangat sederhana. Model ini mengasumsikan bahwa kata-kata verbal (lisan – tulisan), isyarat-isyarat non verbal, gambar-gambar, dan tindakan-tindakan tertentu akan merangsang orang lain untuk memberikan respon dengan cara tertentu. Model ini mengabaikan adanya faktor manusia seperti sistem internal individu. Singkatnya model ini menggangap bahwa komunikasi itu bersifat statis.

2. Model Aristoteles.
Aristoteles merupakan filosof yang paling dini mengkaji komunikasi, Model Aristoteles adalah model yang paling klasik atau disebut juga model retoris (Mulyana, 2005) Oleh karena itu model ini merupakan penggambaran dari komunikasi retoris, komunikasi publik atau pidato. Aristoteles adalah orang pertama yang merumuskan model komunikasi verbal pertama. Proses komunikasi terjadi ketika ada seorang pembicara berbicara kepada orang lain atau khalayak lain dalam rangka merubah sikap mereka.
Aristoteles mengemukakan tiga unsur yang harus ada dalam proses komunikasi, yaitu: pembicara (speaker), pesan (message), dan pendengar (listener). Dia mengemukakan bahwa persuasi dapat dicapai oleh:
a. Siapa anda (etos –kepercayaan anda)
b. Apa argumen anda (logos –logika dalam pendapat anda)
c. Dengan memainkan emosi khalayak (pathos –emosi khalayak).
Salah satu kelemahan model ini adalah bahwa proses komunikasi dipandang sebagai suatu yang statis dan tidak memperdulikan saluran, umpan balik, efek, dan kendala2, di samping itu, model ini juga berfokus pada komunikasi yang disengaja (komunikator mempunyai keinginan secara sadar untuk merubah sikap orang lain).
3. Model Lasswell
Harold Laswell (1948) menyebutkan sebuah model komunikasi yang mungkin paling dikenal sepanjang masa. Model ini muncul dalam perkembangan studi Laswell tantang propaganda politik. Model ini merupakan sebuah pandangan umum tentang komunikasi yang dikembangkan dari batasan ilmu politik. Who says what in which channel to whom with what effect ?
Konsep Model Laswell sama dengan model Aristoteles yaitu sama-sama menekankan pada elemen speaker, message & audience (tetapi menggunakan istilah yang berbeda), Baik Laswell maupun Aristoteles sama-sama melihat komunikasi sebagai proses satu arah dimana inidividu dipengaruhi individu lain sebagai akibat dari pengiriman pesan (Ruben, 1992)

Penggambaran Laswell tentang berbagai bidang dalam penelitian komunikasi memang berguna tetapi disisi lain penggambaran tersebut terlalu menyederhanakan bidang penelitian komunikasi itu sendiri. Braddock (1958) menambahkan dua hal dalam model Laswell yang dapat mempengaruhi tindakan komunikasi, yaitu:
1. Dalam situasi dan keadaan bagaimana sebuah pesan itu dikirimkan
2. Untuk tujuan apa komunikator mengirimkan pesan
Menurut Windahl model Laswell ini menggambarkan karakter awal model komunikasi. Sudah dianggap taken for granted bahwa komunikator itu selalu memiliki kesadaran untuk mempengaruhi komunikan, jadi komunikasi dilihat sebagai suatu proses persuasif. Lasswell mengemukakan tiga fungsi komunikasi yaitu: pengawasan lingkungan, korelasi berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespon lingkungan, dan transmisi warisan sosial.
4. Model Shannon dan Weaver
Model ini melihat komunikasi sebagai transmisi pesan yang mengungkapkan isu “efek” dan bukannya “makna”. Efek secara tak langsung menunjukkan adanya perubahan yang bisa diukur dan diamati pada penerima yang disebabkan unsur-unsur yang bisa diidentifikasi dalam prosesnya. (Fiske, 1990:46). Model ini lebih sesuai diterapkan pada kajian komunikasi massa, hal ini disebabkan latar belakang mereka yang merupakan insinyur yang bekerja untuk laboratorium telephone Bell di Amerika Serikat. Tujuan mereka adalah untuk memastikan “the maximum efficiency” dari kabel telephone dan gelombang radio. Mereka mengembangkan sebuah model komunikasi yang ditujukan untuk membantu mengembangkan sebuah teori matematis dari komunikasi (Chandler).
Model ini terdiri dari enam elemen :
a. Information Source adalah yang memproduksi pesan
b. Transmitter yang menyandikan pesan dalam bentuk sinyal
c. Channel adalah saluran pesan
d. Receiver adalah pihak yang menguraikan/mengkonstruksikan pesan dari sinyal
e. Destination adalah dimana pesan sampai
f. Noise adalah segala macam gangguan yang mempengaruhi pesan sehingga menyebabkan sinyal yang berbeda dari yang dikirimkan (sifatnya disfungsional ).
Shannon dan Weaver mengidentifikasi 3 level masalah dalam studi komunikasi :
1. Level A ( masalah teknis ), bagaimana simbol2 komunikasi dapat ditransmisikan secara akurat ?           
2. Level B (masalah semantik), bagaimana simbol2 yang ditransmisikan secara persis menyampaikan makna yang diharapkan?
3.Level C (masalah keefektifan), bagaimana makna yang diterima secara efektif mempengaruhi tingkah laku dengan cara yang diharapkan?
5. Model Schramm
Dalam sebuah artikel “How Communication Works” yang dipublikasikan tahun 1954, Wilbur Schramm membuat 3 model yang dimulai dari komunikasi manusia yang sederhana, kemudian mengembangkan dengan memperhitungkan pengalaman dua individu hingga model komunikasi yang interaktif. Menurut Schram komunikasi senantiasa membutuhkan setidaknya tiga unsur, yaitu :
a. Sumber bisa berupa :
•           Seorang individual berbicara, menulis , menggambar, bergerak
•           Sebuah organisasi komunikasi (koran, rumah produksi, televisi)
b. Pesan dapat berupa tinta dalam kertas, gelombang suara dalam udara, lambaian tangan, atau sinyal-sinyal lain yang memiliki makna.
c. Sasaran dapat berupa individu yang mendengarkan, melihat, membaca, anggota dari sebuah kelompok seperti diskusi kelompok, mahasiswa dalam perkuliahan, khalayak massa, pembaca surat kabar, penonton televisi,dll.
Schramm melihat komunikasi sebagai usaha yang bertujuan untuk menciptakan commonness antara komunikator dan komunikan. Hal ini karena komunikasi berasal dari kata latin communis yang artinya common (sama).
Schramm mengenalkan konsep field of experience, yang menurut Schramm sangat berperan dalam menentukan apakah komunikasi diterima sebagaimana yang diinginkan oleh komunikan.
Schramm menekankan bahwa tanpa adanya field of experience yang sama (bahasa yang sama, latar belakang yang sama, kebudayaan yang sama,dan lain-lain) hanya ada sedikit kesempatan bahwa suatu pesan akan diinterpretasikan dengan tepat. Dalam hal ini model Schramm diatas adalah pengembangan dari model Shannon dan Weaver. Schramm mengatakan bahwa pentingnya feedback adalah suatu cara untuk mengatasi masalah noise. Menurut Schramm feedback membantu kita untuk mengetahui bagaimana pesan kita diinterpretasikan.
• Sumber dapat menyandi dan sasaran dapat menyandi balik pesan berdasarkan pengalaman yang dimilikinya masing-masing
• Jika wilayah irisan semakin besar, maka komunikasi lebih mudah dilakukan. Pada model ini Schramm percaya bahwa ketika komunikan memberikan umban balik maka ia akan berada pada posisi komunikator (source). Setiap individu dilihat sebagai sumber sekaligus penerima pesan dan komunikasi dilihat sebagai suatu proses sirkular daripada suatu proses satu arah seperti pada dua model Shramm sebelumnya. Model yang ketiga ini disebut juga model Osgood dan Schramm.










BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Biografi Alm. Ust Jefri Al Buchori
A. Kelahiran dan Masa Kecil 
Jefri Al Buchori atau Ustad Jefri atau Uje dilahirkan di Jakarta pada tanggal 12 April 1973 dari seorang ayah dan ibu yang bernama Ismail Modal (Alm) dan Tatu Mulyana. Jefri adalah anak “tengah” atau anak ke 3 dari lima bersaudara. Jefri besar di lingkungan keluarga yang sangat religius namun sayangnya tempat tinggalnya berdekatan dengan diskotek dan ia salah memilih teman sehingga saat muda beliau sempat terjerembab dalam “dunia hitam”. Ada yang mengatakan “Anak tengah biasanya nakal”. Entah benar atau kebetulan pemikiran itu yang jelas Jefri muda sangat dekat dengan yang namanya “dosa”.  Mabok, bolos sekolah, ke diskotek, membangkang pada orang tua, bahkan ia sempat menjadi pecandu narkoba kelas berat.
Sebenarnya Uje muda adalah anak yang multi talented dan termasuk cerdas di sekolahnya. Pada saat sekolah dasar di SD 07 Karang Anyar, Jefri yang saat itu kelas 3 langsung lompat kelas ke kelas 5. Hal ini dikarenakan prestasi akademiknya yang menonjol sehingga bisa “lompat kelas”. Sejak kecil beliau sangat menonjol dibidang pelajaran agama dan kesenia
Karena beliau terlihat menonjol di pelajaran agama Islam maka setelah lulus sekolah dasar orang tuanya tak memasukkannya ke SLTP namun beliau bersama kakaknya dimasukkan ke Pesantren Modern Daar el Qolam Gintung, Balaraja, Tangerang. Sejak kecil Uje sering memenangkan lomba baca Al Qur’an atau MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) bahkan ke tingkat propinsi. Namun “ kenakalannya” membuat Uje tidak bisa menamatkan pesantrennya. Beliau hanya bisa menjadi santri selama 4 tahun sedangkan syarat lulus adalah belajar selama enam tahun. Akhirnya beliau pindah sekolah ke Madrasah Aliyah.





B. Masa Muda  
Walaupun mengerti pendidikan agama Islam, Uje sering tergoda ajakan teman-temannya untuk berbuat “nakal”. Saat muda Uje sering mencicipi disko, main bilyar, mengonsumsi narkoba, mabok-mabokan dan termasuk kategori playboy. “Gue itu dulu dutanya setan di dunia”, begitu pengakuannya saat diwawancarai seputar masa mudanya oleh sebuah infotainment.
Uje mengaku bahwa ia memiliki kepribadian ganda. Kadang kuat dorongan untuk jadi orang “nakal” tetapi juga sering ingin menjadi orang baik-baik. Setamat Madrasah Aliyah yaitu sekolah lanjutan setingkat SMA, Uje melanjutkan ke Akademi Broadcasting di Rawamangun, Jakarta. Tetapi kuliahnya juga tidak kelar karena terlalu asyik dengan teman-teman nongkrongnya, bermain bilyar dan menggeluti dunia malam.
 Namun sebuah kejadian spiritual saat ia dipaksa umroh oleh orang tuanya membuatnya sadar bahwa hidup yang dijalaninya selama ini adalah salah. Uje kemudian bertemu dengan Pipik Dian Irawati atau disapa Pipik. Waktu itu Pipik adalah model majalah remaja. Mereka berdua akhirnya menikah siri pada tahun 1999 dan kemudian meresmikannya 4 – 5 bulan kemudian.
Dari pernikahannya ini mereka dikaruniai 4 orang anak yaitu Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar AL-Ghifari , Ayla Azuhro dan Attaya Bilal Rizkillah. Awal – awal pernikahan adalah masa yang sangat sulit bagi mereka berdua. Selain kesulitan ekonomi karena keduanya menganggur, Jefri juga dilanda kesulitan untuk melepaskan karakter jahiliyahnya. Pernah suatu ketika ia memakai narkoba di depan istrinya sendiri. Hal itu membuat Pipik dan Uminya Jefri marah besar, sampai-sampai Uminya tak amau mengakuinya sebagai anak. Padahal waktu itu Uje sudah berjanji pada uminya dan didepan jenazah Apih nya (ayahnya) bahwa dia akan berubah menjadi orang baik. Namun karena sekali lagi pengaruh teman yang jelek, ia kembali terjerembab.
Suatu malam ia bermimpi melihat jasadnya sendiri di balut kain kafan dan sedang disiksa. Setelah bangun ia ketakutan setengah mati bahkan tak berani dan takut tidur karena setiap memejamkan mata mimpi itu datang kembali. Begitu terus setiap malam. Akhirnya ia benar-benar taubat Nasuha tak ingin kembali ke perilaku jahiliyahnya. Saat itu istrinya juga sedang hamil anak pertama. Ia tak ingin jadi bapak yang “bejat” buat anak-anaknya kelak dan ia juga sudah capek dengan hidupnya yang tak karuan.
Suatu ketika kakaknya yang pertama yang biasanya diundang untuk ceramah di sekitar rumah, mendapat tawaran dari masjid di Singapura untuk menjadi imam masjid sehingga kakanya tak bisa lagi ceramah di sekitar rumahnya. Jefri yang waktu itu sudah mulai membaik dan berusaha untuk mendekatkan diri kembali pada Alloh disuruh menggantikannya. Gayungpun bersambut, Jefri melakukan tauziahnya yang pertama di daerah sekitar rumahnya. Teks ceramah pertamanya ditulis oleh istrinya sendiri, Pipik. Dari situ Uje mendapatkan honor 35 ribu yang kemudian ia berikan ke istrinya. “Ini uang halal pertama yang aku nafkahkan untukmu.” Begitu katanya waktu itu, sambil berpelukan dan berlinang airmata Pipik menerimanya.
Jalan Uje menjadi penceramah tak semulus yang dikira. Sering jamaah menolaknya karena dahulunya ia adalah tukang mabok. Pernah suatu ketika Uje menjadi imam sholat di masjid sekitar rumahnya dan jamaah langsung bubar, tak mau diimami oleh mantan “tukang mabok”. Namun Uje sadar dan tahu diri. Pelan – pelan ia memperbaiki diri, akhirnya ia mulai diterima sebagai penceramah. Stasiun televisi mulai meliriknya untuk mengisi acara rohani, baik itu tauziah ataupun menyanyi lagu rohani.
Awalnya gaya ceramah Uje sama seperti pen da’i lainnya yaitu dengan jenggot, sorban dan baju kurung serta tongkat. Namun akhirnya ia merubah penampilannya menjadi lebih gaul dengan baju koko khas anak muda dan topi gaulnya karena kebanyakan segmennya adalah remaja. Karena ke khasan gayanya ini seorang desainer busana muslim terkenal “Itang Yunaz” mendaulatnya menjadi model bagi pakaiannya. Sejak saat itu dimanapun dan kapanpun Jefri selalu menggunakan rancangan Itang Yunaz.
Rumah tangganya bersama Pipk menjadi lebih harmonis. Uje dan Pipik adalah pasangan serasi yang sering menjadi panutan. Sering mereka berdua tampil di media dengan kompak dan harmonis bersama keempat anaknya. “Itu adalah prasangka orang dan itu menjadi doa yang baik buat kita.” Begitu katanya saat dielu-elukan menjadi pasangan yang sakinah mawaddah wa rahmah. Hal lain yang menjadi ketertarikan publik dari pasangan ini adalah Uje memilih tak berpoligami. Ia memilih setia pada istrinya Pipik yang begitu sabar dan setia menemaninya di suka maupun duka.



C. Meninggal dunia
Namun kesemuanya itu tidaklah abadi. Awal mempunyai akhir, ada hidup ada kematian. Di jum’at pagi 26 April 2013, dua minggu setelah ulang tahunnya yang ke 40, tersiarlah berita yang sangat mengejutkan publik yaitu Uje meninggal dunia karena kecelakaan tunggal saat mengendarai Motor Gede Kawasaki E 60 Bernopol B 3590 SGQ di Kawasan Pondok Indah Jakarta. Saat itu beliau sempat dilarikan ke rumah sakit Pondok Indah dan Fatmawati sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 2 dini hari. Semua keluarga dan masyarakat begitu syok dan sangat kehilangan dengan berita ini.

2.2. Skill Komunikasi
Selama hidup, Ustadz Jefri memang dikenal sebagai komunikator (orang yang menyampaikan pesan, red) yang ulung. Bahasanya mudah dimengerti dan perkataannya lembut dan penuh arti. Hal ini didukung oleh fisik beliau yang menarik dengan penampilan yang selalu modis dan trendi. Konsep dakwah beliau sebetulnya sesuai dengan konsep komunikasi efektif yang kini tengah banyak digali oleh akademisi di bidang ilmu komunikasi. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan ahli komunikasi Jalaluddin Rakhmat mengenai enam prinsip untuk komunikasi efektif.
Keenam prinsip tersebut adalah Qaulan Sadiida (perkataan yang jujur), Qaulan Baliighan (perkataan yang tepat sasaran), Qauilan Maisuran (perkataan yang lembut), Qaulan Ma’rufan, Qaulan Layyinan (perkataan yang enak didengar), dan Qaulan Kariman (perkataan yang halus).
A.    Qaulan Sadiida
Jika ditelisik lebih dalam, makna dari Qaulan Sadiida mengandung arti perkataan yang benar, jujur, konsisten, dan terkendali. Ada juga ahli yang berpendapat bahwa Qaulan Sadiida artinya terdapat kesesuaian antara ucapan yang dikeluarkan oleh lahir (mulut) dengan bathin (hati atau perasaan). Dengan begitu, ucapan yang disampaikan mudah-mudahan dapat menyejukan hati komunikan (orang yang menerima pesan, red).


B.     Qaulan Baliighan
Kata baligh berasal dari bahasa Arab berarti sampai, mengenai sasaran, atau mencapai tujuan. Ini tentunya merupakan tujuan utama dalam komunikasi, di mana komunikan dapat menerima informasi dengan baik dari komunikator. Apabila dikaitkan dengan qaul (ucapan atau komunikasi), maka baligh berarti fasih, jelas maknanya, terang, tepat mengungkapkan apa yang dikehendaki.
Adapun penjelasan Jalaluddin Rahmat tentang qaulan balighan mencakup 2 hal sebagai berikut :
a. Qaulan Baliighan terjadi bila lomunikator menyentuh khalayaknya pada hati dengan sifat-sifat khalayak yang dihadapinya.
b. Qaulan Balighan terjadi bila komunikator menyentuh khalayaknya pada hati dan otaknya.
Dengan demikian prinsip Qaulan Baliighan adalah prinsip berkomunikasi secara efektif dan tepat sasaran. Penerapan prinsip ini membutuhkan cara pandang yang bijaksana dari komunikator. Sesuai dengan teori yang diungkapkan ahli komunikasi Wilbur Scramm mengenai komunikasi efektif. Menurutnya agar komunikasi dapat tepat sasaran, komunikator harus mampu menyesuaikan Frame of Reference (kerangka berfikir, red) dan Field of Experience (bidang pengalaman, red) yang dimiliki komunikan. Maksudnya, komunikator harus piawai menyesuaikan isi pesan dengan kondisi komunikan atau masyarakat yang menjadi sasaran dari informasi.
Kondisi yang dimaksudkan baik terkait dengan suasana, tempat, dan kondisi bathin seorang yang menjadi sasaran komunikasi. Karena meskipun isi dari pesan yang akan disampaikan mengandung kebenaran dan bermanfaat bagi orang yang akan disampaikan, tetapi jika disampaikan dengan cara yang kurang efektif, maka akan mengakibatkan gagalnya tujuan komunikasi.




C.    Qaulan Maisuran
Qaulan Maisuran artinya ucapan yang lembut, baik dan pantas. Imam Al-Gazhali dalam Ihya Ulumuddin mengatakan bahwa etika yang pantas untuk melakukan hubungan dengan masyarakat, antara lain :
a.       Kasih Sayang (Al-Rahiim) : Sifat sayang kepada sesama manusia, terutama diantara manusia yang seagama dipandang tinggi dan digalakkan oleh Islam.
b. Benar
Seseorang hendaknya berlaku benar dalam perkataan dan perbuatan. Benar perkataan adalah menyatakan perkara yang benar dan tidak menyembunyikan rahasia kecuali untuk menjaga nama baik seseorang.
D.    Qaulan Ma’rufan
Dalam prinsip ini terdapat konsep tanggungjawab individu dan kelompok untuk mempersiapkan generasi penerus agar menerima dan mengamalkan ajaran Islam. Sehingga generasi berikutnya dapat terus aktif menyebarkan ajaran Islam.
E.     Qaulan Layyinan
Yang dimaksud dengan Qaulan Layyinan adalah ucapan lembut atau halus sehingga enak didengar dan meresap ke dalam hati. Dalam menanamkan nilai-nilai, sangat perlu mempergunakan ucapan-ucapan yang lembut. Hal tersebut karena kata-kata yang lembut mampu menyentuh rasa dan kesadaran manusia yang lebih dalam yang letaknya bukan di otak tapi di hati.
F.     Qaulan Kariman
Qaulan Kariman adalah ucapan yang halus dan lembut. Komunikasi ini pada dasarnya meliputi seluruh prinsip komunikasi efektif. Di mana dalam komunikasi Qaulan Kariman harus menampakkan sikap jujur, sopan, benar serta bermanfaat baik dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga melahirkan rahmat dari Allah SWT.

Selain komunikasi lisan (verbal), hal lain yang cukup penting diperhatikan adalah komunikasi non lisan (non verbal). Bahkan, menurut catatan Kevin Hogan, Psy. D dari lembaga “Succes Dynamics Coorporation” Denmark hal penting dalam komunikasi adalah bahasa tubuh, sedangkan komunikasi lisan hanya sekedar pelengkap. Karena menurutnya, 60 % hingga 75 % dari semua komunikasi yang dilakukan sehari-hari adalah nonverbal.
Kevin Hogan menempatkan penampilan fisik atau pakai sebagai bahasa tubuh atau komunikasi nonverbal utama. Dengan kata lain, penampilan fisik pakaian adalah bagian utama dair bahasa tubuh atau komunikasi nonverbal. Cara berpakaian kita bisa membuat oranglain percaya dan menyukai kita. Dengan begitu orang akan merasa nyaman dengan kita, sehingga komunikasi yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar.
Jika berkaca dari almarhum, Ustadz yang berkawan dengan Gugun Gondrong ini kerap tampil sangat modis dan trendi. Hal ini didukung, karena beliau merupakan brand ambasador (duta merek) baju Muslim pria karya perancang ternama Itang Yunaz.
Untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, bisa kita lakukan dengan cara mengenakan pakaian yang serasi, baik dari sisi warna maupun potongan. Selain itu kita juga dapat mencocokan bentuk busana yang akan kita kenakan sesuai dengan acara yang akan kita tuju. Apakah santai, semi formal, atau formal. Namun yang tidak kalah penting, pakaian harus tetap rapi, sopan, dan menutup aurat.
Penampilan yang baik juga dapat memberikan citra yang positif bagi komunikan kita. Jika dijaga, hal ini akan berdampak bagi Anda kaum profisional seperti presenter, humas, guru, PNS, dan pekerjaan lainnya yang kerap bertemu dengan khalayak banyak.
Selain penampilan gerak – gerik tubuh juga patut mendapatkan perhatian. Hal ini karena jika bahasa tubuh kita terkontrol dengan baik, maka akan membuat kita lebih menarik.
Salah satu hal yang menjadi acuan utama dalam berkomunikasi adalah kontak mata (eye contact). Masih lekat di fikiran kita, semasa hidupnya saat berceramah Uje selalu menebarkan pandangan pada audience (penonton). Begitu pun pada saat wawancara, Uje jarang menatap langsung kamera. Karena dia tengah berkonsentrasi menatap mata wartawan (yang mewawancarainya) yang berada di samping kamera.
Tidak hanya berguna pada saat kita bicara di depan umum, kontak mata juga sangat dianjurkan untuk dilakukan pada saat kita berbincang santai atau kondisi apapun yang memungkinkan kita berkomunikasi dengan orang lain.
Selain mata, yang bisa kita lakukan agar komunikasi berjalan dengan baik adalah tersenyum. Tersenyum santai akan menunjukan kehangatan dan kenyamanan Anda. Dengan memberikan senyuman akan menciptakan suasana menjadi positif. Hal ini juga menunjukan bahwa Anda tertarik dengan percakapan atau komunikasi yang dilakukan. Cemberut hanya akan membuat Anda tampak tegang dan angkuh. Hal ini sesuai dengan yang diwariskan Rasulullah SAW bahwa tersenyum adalah bagian dari sedekah dan ibadah.
Jika komunikasi yang Anda lakukan memungkinkan untuk berdiri, berdirilah dengan nyaman seperti apa yang kerap Uje lakukan. Punggung lurus dan kepala tegak. Ini menunjukan bahwa Anda nyaman dalam situasi. Jika Anda membungkuk, menunduk, dengan lengan berlipat di dada, akan memberikan kesan bahwa Anda lelah dan tidak tertarik.
Terakhir, pada saat berbincang atau berceramah, cobalah lontarkan candaan-candaan segar yang dapat mencairkan suasana. Seperti yang kita tahu, sosok suami dari Pipik ini memang sosok yang humoris yang kerap melontarkan candaan di mana pun berada.
Komunikasi sendiri merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia, karena segala gerak langkah kita selalu disertai dengan komunikasi. Baik komunikasi dengan sesama manusia maupun dengan Allah SWT. Mudah – mudahan artikel ini dapat bermanfaat dan menjadi pelajaran bagi kita semua. Amin.








3.3. Kata Mutiara
1. Hidup ini singkat, maka jangan membuatnya lebih singkat lagi dengan sesuatu yang sia-sia
2. Dia (ALLAH) menghadiahi kita 86.400 detik hari ini. Sudahkah kita gunakan sekian detik untuk bersyukur?
3. Orang yang mengeluh adalah orang yang lupa bersyukur, padahal tanpa dia sadari, karunia Tuhan telah dia nikamuati setiap hari
4. Cinta harus memiliki. Hanya orang menyerah yang mengatakan bahwa cinta tak harus memiliki
5. Ada 3 tahap dalam keberhasilan: BELAJAR, MENCOBA, dan MENGULANGI kembali.
6. Banyak master-master dari beragam latar belakang dan profesi berbagi ilmu di TL mereka. Follow, berkenalan dan belajarlah dari para pakarnya
7. Cinta sejati adalah cinta tanpa syarat! Dimana keputusan adalah penguasanya, bukan perasaan!
8. Sakit hati itu wajar, yang tidak wajar adalah meratapi kesakitan itu tanpa henti. Ikhlaslah bahwa sakit itu bagian dari hidup
9. Orang sukses punya 1 kelebihan CARA untuk menghadapi masalah. Orang gagal punya 1 kelebihan ALASAN untuk memaklumkan ketidakamuampuannya.
10. Tidak ada satupun hal yang dapat membandingkan seorang IBU. Karena dia adalah Jiwa terindah yang layak kita balas dengan cinta






BAB IV
PENUTUP
4.1. KESIMPULAN DAN SARAN
4.1.1. Kesimpulan
Jefri Al Buchori atau Ustad Jefri atau Uje dilahirkan di Jakarta pada tanggal 12 April 1973 dari seorang ayah dan ibu yang bernama Ismail Modal (Alm) dan Tatu Mulyana. Jefri adalah anak “tengah” atau anak ke 3 dari lima bersaudara. Jefri besar di lingkungan keluarga yang sangat religius namun sayangnya tempat tinggalnya berdekatan dengan diskotek dan ia salah memilih teman sehingga saat muda beliau sempat terjerembab dalam “dunia hitam”. Ada yang mengatakan “Anak tengah biasanya nakal”. Entah benar atau kebetulan pemikiran itu yang jelas Jefri muda sangat dekat dengan yang namanya “dosa”.  Mabok, bolos sekolah, ke diskotek, membangkang pada orang tua, bahkan ia sempat menjadi pecandu narkoba kelas berat.
Sebenarnya Uje muda adalah anak yang multi talented dan termasuk cerdas di sekolahnya. Pada saat sekolah dasar di SD 07 Karang Anyar, Jefri yang saat itu kelas 3 langsung lompat kelas ke kelas 5. Hal ini dikarenakan prestasi akademiknya yang menonjol sehingga bisa “lompat kelas”. Sejak kecil beliau sangat menonjol dibidang pelajaran agama damenggantikan, namun di sayangkan ia menjadi anak yg nakal.
Seiring berjalannya waktu Semua sifat jahat tak selamanya menjadi jahat, uje berubah ke jalan yg benar, berawal dari ketakutan dalam mimpi hingga menggantikan posisi kakaknya berdakwah dengan upah Rp 35,000 dan itu adalah hasil pendapatan pertamanya yang halal, kehidupan mereka menjadi lebih baik karna perubahan-perubahan  baik yang ia buat .  Uje pun dikenal sebagai komunikator yg ulung, ia memiliki skill komunikasi yg bisa menyesuaikan semua kalangan  . selain menjadi pendakwah saat itu ia juga menjadi seorang penyanyi religius . ia terkenal karna keterampilan komunikasi yang ia miliki saat itu.  Hingga pada akhirnya ia meninggal Meninggal dunia ia masih di dikagumi dan di contoh karna memiliki skill komunikasi yang baik bahkan bisa menyesuaikan semua kondisi apapun


4.1.2. Saran
Menceritakan hidup yang kelam hingga taubat menjadi yang lebih baik maka itu cerita tersebut membuat banyak inspirasi buat banyak orang,karna dari itu kita jangan melihat orang jeleknya saja karna setiap orang dapat berubah menjadi lebih baik asalkan dengan taubah sungguh sungguh tidak akan terjerumus untuk kedua kalinya. Lebih memiliki komunikasi yang efektif karna cara penyampaian berbicara lebih dimengerti  atau dipahami untuk semua kalangan.


















4.2. Daftar Pustaka

1. Biografi orang sukses dunia. (03 Juli 2013)
Http://Biografi-orang-sukses-dunia.blogspot.com/2013/07/biografi-ustad-jeffri-al-buchori-ustad.
2. Astridwiandriani21. (2 Januari 2014)
Astridwiandriani21.blogspot.com/2014/01/ mengenang - alm - ustadz jeffri.htm


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Playground murah ditangerang

tugas Psikologi Komunikasi smester 1